Apa Itu Investasi Reksadana? Berikut Ini Penjelasannya!

Saat ini, investasi reksadana sedang menjadi perbincangan dunia. Banyaknya peminat masyarakat pada reksadana ini dikarenakan adanya peluang memperoleh cuan dari jenis investasi tersebut. Hanya saja, minim dalam pemahaman mengenai investasi ini menyebabkan tidak sedikit dari masyarakat yang ragu untuk menjalankannya.

Nah, supaya kalian lebih paham lagi dengan Investasi Reksadana ini, Yuk, disimak ulasan berikut ini. Yakinkan ragumu dengan memahami penjelasan berikut ini!

Pengertian Investasi Reksadana

Berdasarkan UU pengertian reksadana adalah suatu tempat yang didalamnya terkumpul berbagai uang dari masyarakat untuk bisa diinvestasikan kembali oleh manajer investasi atau MI. Sedangkan Reksadana sendiri adalah suatu tempat dalam mengelola uang atau modal dari beberapa investor pada investasi yang tersedia di pasar dengan melalui pembelian suatu unit penyertaan reksadana.

Investasi ini sudah di atur oleh Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Untuk keamanan investasi ini juga bisa dilihat dari adanya pengawasan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investasi ini tidak membutuhkan modal besar. Juga akan ada manager yang akan siap membantumu dalam menjalankan Investasimu.

Pembagian Investasi Reksadana secara Umum

Reksadana secara umum terbagi menjadi dua jenis, yaitu reksadana terbuka dan reksadana tertutup. Berikut ini penjelasannya!

#1 Reksadana Terbuka

Reksadana terbuka adalah jenis investasi reksadana yang bisa dijual kembali tanpa adanya suatu metode penjualan di bursa efek pada perusahaan MI. Biasanya, kebanyakan reksadana pada saat ini merupakan reksadana berjenis terbuka dengan harga jual yang umumnya sama dengan suatu nilai bersih aktiva.

#2 Reksadana Tertutup

Reksadana tertutup adalah jenis reksadana yang tidak bisa dijual kembali kepada perusahaan MI. biasanya, unit penyertaannya hanya bisa diperjual-belikan di bursa efek dengan harga jual yang berada dibawah nilai aktiva.

Jenis Reksadana berdasarkan Portofolionya
#1 Saham

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang mana 80% minimal dana yang terkumpul akan dikelola dalam bentuk saham. Keuntungan yang didapat akan memberikan hasil yang lebih besar berbentuk capital gain karena terdapat pertumbuhan deviden serta harga saham di dalamnya. Namun, dengan untung yang tingi ini diiringi dengan risiko yang tinggu pula.

#2 Campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang memiliki potensi kerugian dibawah reksadana saham. Pada investasi ini menjalakan 2 efek bursa, yaitu efek ekuitas dan juga efek hutang. Perbandingan yang terdapat dalam dua efek tersebut tidak termasuk kedalam reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham.

#3 Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang minimal 80% dana terkumpul akan dikelola kedalam bursa efek dengan sifat utang. Keuntungan yang didapat cukup tinggi namun diiringi dengan kerugian yang cukup tinggi pula. Hanya saja, potensi keuntungannya hasil lebih tinggi reksadana saham dan reksadana campuran.

#4 Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah reksadana yang memberikan resiko keuntungan yang jauh lebih rendah tapi dengan nilai potensi return yang terbatas. Minimal 80% dana dari reksadana pasar uang akan dikelola dalam pasar efek uang dengan bentuk efek utang dengan kurun waktu kurang dari satu tahun seperti deposito atau SBI.

#5 Reksadana Index

Reksadana index adalah reksadana yang potensi keuntungan dan kerugiannya sama dengan index tersebut. Sebagian besar dana yang ada pada reksadana jenis ini akan dikelola secara pasif. Artinya, tidak akan dilakukan jual beli pada bursa kecuali terdapat subscription ataupun redemption yang baru.

Cara Kerja Investasi Reksadana

Berikut penjelasannya:

  • Pertama, manajer Investasi mengumpulkan dana dari para nasabah.
  • Setelah dana terkumpul akan dikelola dan diinvestasikan oleh Manajer Investasi ke sejumlah instrumen investasi yang sudah disepakati sebelumnya dengan nasabah.
  • Kemudian, nasabah akan menerima informasi dari Manajer Investasi tentang dananya yang diinvestasikan secara berkala. Selain itu Manajer Investasi akan memberitahukan kinerja produk, komposisi aset dan portofolio efek.
  • Nantinya Manajer Investasi akan memotong biaya operasional berupa expense ratio yang akan dibebankan ke nasabah

You May Also Like

About the Author: Devi Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: