Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan di BPN!

Cara balik nama sertifikat tanah warisan ini perlu kalian ketahui dengan jelas, apalagi buat kamu yang sudah menerima warisan. Melakukan balik nama sertifikat tanah sebenarnya mudah sekali, kamu juga bisa melakukannya secara mandiri melalui Badan Pertanahan Nasional setempat.

Untuk balik nama sertifikat tanah warisan hibah serupa tapi tidak sama dengan balik nama sertifikat rumah seken menjadi hak milik pribadi. Oleh karena itu, kamu bisa melakukan balik nama sertifikat tanah warisan secara mandiri melalui BPN.

Nah, seperti apakah cara balik nama warisan di BPN? Yuk, simak penjelasan berikut ini dan ikuti langkah-langkahnya!

Surat Keterangan Waris

Balik nama sertifikat tanah warisan cukup mudah dilakukan untuk mengambil alih kepemilikan aset. Surat keterangan waris ini wajib ada dalam prosedur balik tanah sertifikat warisan. Untuk mendapatkan surat keterangan waris ini kamu bisa mendatangi RT dan RW setempat. Kamu perlu membawa fotokopi KK, KTP, surat nikah orang tua dan surat kematian yang sudah dilegalisir.

Kemudian, STW ini dibawa ke kantor kelurahan setempat untuk memberikan penjelasan langsung. Lalu, pihak kelurahan akan akan segera memproses pembuatan Surat Hak Waris yang didapat RT atau RW. Setelah itu, kamu bisa mengurus ke kantor pemerintah setempat untuk memperoleh Fatwa Waris.

Cara Balik Nama

Jika kamu sudah mendapatkan Fatwa Waris, kamu bisa langsung mengurus surat balik nama di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), kabupaten atau kotamadya setempat. Berikut ini beberapa dokumen yang harus disiapkan sebelum pergi ke kantor Badan Pertanahan Nasional, yaitu:

  1. Surat permohonan yang ditandatangani oleh materai R.10.000
  2. Akta wasiat dari notaris
  3. Surat keterangan waris yang dikeluarkan oleh kecamatan
  4.  Bukti pembayaran BPHTB (untuk tanah melebihi Rp60 juta)
  5. Bukti pembayaran PPh terlampir
  6. Bukti pembayaran PBB tahun berjalan
  7. Sertifikat asli tanah warisan
  8. Fotokopi KK dan KTP pemohon yang sudah dilegalisir pejabat terkait
Penentu Biaya Balik Nama

Selain keterangan di atas, ini beberapa yang perlu kalian ketahui, diantaranya:

  1. NJOP (Nilai Jual Objek Pajak)
  2. Akta Jual Beli (AJB)
  3. Zona Nilai Tanah (ZNT) yang sudah ditentukan oleh BPN

Untuk proses perhitungan BPHTB kamu bisa menganalisisnya dengan pendekatan rumus 5% dari harga tanah. Misal, jika tanah kurang dari Rp60,0000,000 jadi tidak akan dikenakan nominal BPHTB. Berikut ini referensinya:

= 5% (NJOP-NJOPTKP)

= 5% (2,250,000,000-60,0000,000)

= Rp109,500,000

Biaya Balik Nama

Setelah itu, kamu bisa membawa seluruh persyaratan ke kantor BPN setempat. Untuk harga formulir cara balik nama sertifikat tanah warisan yakni Rp50 ribu. Harga ini berbeda jika kalian menggunakan calo, pastinya akan lebih tinggi. Mereka telah menaikkan biaya dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Setelah kalian mendapatkan formulir, kalian akan diminta untuk melakukan proses pengukuran lahan tanah. Untuk memastikan luas tanah yang sesuai, cara yang tepat bisa kamu lakukan melalui format UKUR (spasi) KODE PROVINSI (spasi) LUAS TANAH.

Cara balik nama sertifikat tanah dan warisan akan memakan waktu kurang lebih selama lima hari kerja apabila syarat dan kelengkapan telah terpenuhi. Jadi, kamu harus paham betul dengan syarat dan ketentuannya agar proses balik nama berjalan dengan lancar.

 

You May Also Like

About the Author: Devi Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: