Cara Menanam Cabe di Rumah, Bikin Hemat Pengeluaran!

Kebanyak orang Indonesia suka memakan makanan yang pedas. Rasanya kurang pas jika tidak makan makanan pedas. Sayangnya, harga cabe kerap meningkat hingga berkali-kali lipat. Jika beli pastinya membuat pengeluaran kita makin banyak, tapi jika tidak beli, masakan akan jadi hambar. Salah satu solusinya dengan menanam cabe sendiri di rumah.

Menanam cabe sendiri sebenarnya mudah. Kamu tidak memerlukan lahan yang luas, cukup dengan menggunakan polybag atau pot. Ingin mencoba? Yuk, langsung saja simak ulasan berikut ini!

#1 Pemilihan Biji Cabe

Pertama, kamu harus memilih biji cabe. Jika dirumahmu ada beberapa cabe, ambillah dan belah cabe tersebut. Ambillah biji cabe seluruhnya, kemudian pilih biji cabe yang berkualitas. Cara mengetahui apakah biiji tersebut berkualitas atau tidak, dengan merendam biji cabe dengan air.

Setelah itu, buanglah biji cabe yang mengapung, itu tandanya biji cabe kosong dan tidak bisa tumbuh. Selanjutnya, angkat biji cabe yang tersisa pada dasar wadah, lalu jemur hingga kering. Jika sudah, kamu baru bisa mulai ke tahapan cara menanam cabe yang berikutnya.

#2 Penyemaian Biji Cabe

Sebelum lanjut ke tahap penanaman yang sesungguhnya, kamu harus menyemai biji cabe terlebih dahulu. Cara menanam cabe pada tahap ini membutuhkan beberapa alat dan bahan, seperti pupuk kandang, tanah, nampan, dan gelas plastik bekas. Untuk prosesnya sendiri, pertama-tama letakkan gelas plastik yang sudah dilubangi di atas nampan. Kemudian, isi gelas dengan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1, lalu simpan media semai ini selama seminggu di tempat yang gelap.

Setelah itu, rendam biji cabe ke dalam air hangat selama tiga jam. Jika sudah, sebar biji cabe ke media semai dan timbun dengan tanah setebal 1 cm. Cara menanam cabe pada tahap ini dilakukan terus pada tempat yang gelap hingga biji cabe mulai berkecambah.

#3 Menanam Cabe

Cara ini bisa dilakukan ketika biji berkecambah tadi sudah berusia sekitar empat minggu. Pindahkan bibit tersebut ke pot yang sudah diisi tanah dan pupuk organik. Agar tidak gagal, perhatikan juga ukuran potnya. Gunakanlah pot yang tepat, setidaknya diameter pot berukuran 30 cm.

Tanah yang tepat untuk digunakan dalam cara menanam cabe ini adalah jenis tanah yang gembur. Teksturnya tidak terlalu berpasir, tapi tidak terlalu padat juga. Selain itu, pastikan juga tanah tersebut mengandung unsur hara yang tinggi

#4 Perawatan Tanaman Cabe

Kamu juga perlu melakukan perawatan supaya tanaman cabe bisa tumbuh subur dan segera panen. Caranya adalah dengan menyiram tanaman menggunakan air secukupnya setiap hari. Letakkan juga tanaman cabe pada area yang terkena sinar matahari untuk memperlancar proses fotosintesisnya.

Tidak hanya itu saja, kamu juga perlu memberikan pupuk kompos pada tanamanmu. Kehadiran hama dan tanaman liar juga perlu diwaspadai. Cabutlah tanaman liar sebelum bertumbuh dan mengganggu akar tanaman cabe.

Selain itu, kamu juga harus memperhatikan tanaman cabemu, jika ada bagian tanaman cabe yang layu. Segera potong sebelum bagian tersebut menyebar ke seluruh bagian tanaman cabe.Lakukanlah dengan telaten dan disiplin.

#5 Pemanenan Cabe

Tanaman cabe akan berbuah dalam kurun waktu dua setengah hingga tiga bulan. Petiklah ketika cabe sudah cukup besar. Pada umumnya, periode panen berlangsung selama enam bulan. Selama periode tersebut, kamu bisa memasak menggunakan cabe segar. Dengan begitu kamu bisa mengurangi pengeluaran bulananmu.

You May Also Like

About the Author: Devi Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: