Investasi Jangka Pendek, Inilah Pengertian dan Jenisnya!

Investasi Jangka Pendek – Investasi menjadi pilihan banyak orang untuk menambah tabungan masa depan. Mulai dari investasi emas, reksa dana, hingga obligas. Tujuan seseorang yang melakukan investasi juga berbeda, ada yang investasi dalam jangka waktu panjang dan ada juga yang investasi jangka pendek.

Investasi jangka pendek ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan dananya kembali dalam waktu singkat. Selain itu, resiko investasi jangka pendekpun relatif rendah. Tertarik dengan investasi singkat ini? Yuk, disimak penjelasan berikut ini !

Pengertian Investasi Jangka Pendek

Mungkin sudah banyak yang mengerti tentang jenis investasi ini. Investasi jangka pendek merupakan jenis investasi yang menyerahkan dana untuk dikelola dalam waktu singkat. Resiko investasi ini juga cukup rendah.

Biasanya para investor ini akan mencairkannya dalam waktu 3-12 bulan. Para investor jangka pendek mendapatkan keuntungan dari kenaikan suku bunga yang berubah setiap waktunya. Berbeda dengan jangka panjang yang bisa dicairkan sekitar lebih dari 1 tahun. Maka dari itu, setiap orang memilih pilihannya sendiri dalam melakukan investasi sesuai dengan tujuannya masing-masing.

Tujuan Investasi Jangka Pendek
  1. Cocok untuk investor pemula agar mendapatkan pengalaman investasi
  2. Menambahkan pemasukan dalam jangka pendek
  3. Menambahkan modal dalam waktu singkat bagi perusahaan
  4. Mendapatkan dana tambahan dari uang investasi bagi perusahaan
  5. Passive Income
Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  1. Penarikan Dana yang Fleksibel
  2. Cepat Mendapatkan Keuntungan
  3. Resiko yang Rendah

Kelemahan:

  1. Harus memiliki pengetahuan profesional
  2. Menghabiskan banyak waktu untuk memantau nilai instrumen investasi
  3. Pajak dan inflasi bisa mengurangi laba dari investasi ini
Jenis Investasi Jangka Pendek

1. Reksadana

Investasi ini sangat cocok untuk investor pemula. Sebab, disini investor hanya menyerahkan dana agar dapat dikelola oleh manajer investasi. Untuk cara dan strateginya sudah diatur oleh manajer investasi jadi investor tidak perlu memikirkannya.

Investasi ini bersifat likuid dan praktis. Jenis-jenis investasi reksadana juga beragam seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Namun, yang cocok untuk investasi jangka pendek adalah jenis reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap.

2. Deposito

Deposito merupakan investasi dengan menyetorkan uang dalam jumlah tertentu dan dicairkan dengan waktu singkat. Biasanya periode deposito mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, sampai 2 tahun. Deposito hanya bisa diambil ketika jatuh tempo saja.

Resikonya pun sangat rendah, karena deposito sudah diawasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan dengan jaminan simpanan sampai Rp. 2 miliar. Kelemahan dari deposito adalah tidak bisa untuk inflasi yang terjadi pertahunnya.

3. Saham

Investasi jangka pendek selanjutnya adalah saham. Saham merupakan surat berharga sebagai bukti kepemilikan suatu aset. Biasanya dalam bentuk trading untuk periode jangka pendek. Investasi saham memiliki resiko tinggi, maka sebaiknya memiliki kemampuan khusus dalam mengatur strategi agar mendapatkan keuntungan.

You May Also Like

About the Author: Devi Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: