Kenali 4 Istilah Listing Bagi Agen properti!Cari Tahu Yuk!

Bagi kalian yang awam dengan dunia dunia agen properti tentunya tidak mengenal istilah listing. Mungkin, kalian kerap mendengar para agen properti atau broker menyebutkan kata “listing” properti.Apa sebenarnya arti listing itu?

Nah, kami akan menjelaskan mengenai sejumlah istilah listing termasuk open listing dan juga exclusive listing. Kami mengutip dari  sejumlah sumber seperti laman berita online terpercaya. Simak penjelasan berikut ini!

Pengertian Listing

Listing adalah perjanjian surat kuasa jual atau surat perintah untuk menjualkan properti dari pemilik properti kepada agen properti. Dalam proses listing ini, pemilik berkeinginan untuk menjual atau menyewakan properti dan berharap ada pembeli atau penyewa dalam waktu dekat.

Istilah listing ini  tidak hanya harus diketahui oleh calon agen properti saja, tetapi juga pemilik properti. Sebab, ada perbedaan antara open listing, exclusive listing, dan lainnya. Ada juga informasi terperinci mengenai properti yang dipasarkan. Misalnya rumah, apartemen, ruko (rumah toko), rukan (rumah kantor), kantor, gedung, gudang, tanah, pabrik, dan lainnya.

Istilah Listing

Ada beberapa istilah dalam proses listing yang biasanya digunakan oleh para agen properti atau broker. Istilah tersebut meliputi:

#1 Open Listing

Open listing adalah listing terbuka, semua agen properti berhak menjual listing properti tersebut. Ini salah satu jenis listing yang sangat fleksibel, karena di sini semua agen secara personal maupun dalam nama satu kantor dapat memasarkan penjualan properti tersebut. Listing ini tidak terikat perjanjian dengan vendor.

#2 Eksklusif Listing

Jenis listing ini berbeda dengan open listing yang bersifat terbuka. Eksklusif listing merupakan satu bentuk listing yang sifatnya terkait kepada salah satu agen yang ditunjuk oleh vendor atau pemilik properti. Apabila bersifat eksklusif, vendor tidak boleh memberikan wewenang penjualan kepada agen lainnya, bahkan anggota keluarga atau vendor itu sendiri. Kesepakatan antara vendor dan agen properti berjalan dalam jangka waktu yang telah disepakati.

#3 Sole Agent

Jenis listing ini hampir sama dengan eksklusif listing, pemilik menunjuk satu agen properti untuk memasarkan propertinya. Sole agent bisa juga disebut dengan distributor resmi. Namun, ada perbedaan antara sole agent dengan exclusive listing yaitu pemilik masih bisa menjual propertinya sendiri. Artinya, pemilik bisa memasarkan propertinya tanpa perantara broker.

#4 Net Listing

Ini merupakan salah satu bentuk listing yang membolehkan vendor mematok harga minimal untuk harga jual properti miliknya. Jumlah harga tersebut tidak termasuk biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik properti seperti komisi broker, pajak penjualan, dan juga biaya notaris.

#4 Promis

Promis ini sebenarnya tidak  termasuk dalam listing, namun merupakan janji yang diberikan oleh vendor tanpa bukti. Seorang agen atau broker bisa mendapatkan listing dari relasi dengan teman atau kerabat, juga bisa didapatkan dari iklan baris di koran, majalah, brosur, atau tanda patokan di depan rumah yang hendak dijual.

Nah, setelah membaca artikel ini, kamu bisa membedakan open listing, exclusive listing, dan lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa pantau terus blog kami untuk mendapatkan artikel menarik lainnya.

You May Also Like

About the Author: Devi Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: