Mengenal Skema Ponzi, Awas Tertipu Investasi Bodong!

Mengenal Skema Ponzi – Saat ini, banyak sekali tawaran investasi dengan hasil besar dalam waktu singkat. Tawaran ini membuat orang gelap mata dan akhirnya menyesal. Karena, kerugian yang dialami jauh lebih besar bisa-bisa mencapai ratusan juta.

Salah satu penipuan investasi yang beredar saat ini yakni menggunakan skema Ponzi? Nah, sebenarnya seperti apasih Skema Ponzi ini? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Mengenal Skema Ponzi

Skema ini marak sekali dan memakan banyak korban. Ponzi ini sudah ada sejak tahun 1920. Berasal dari nama mafioso Italia yang menetap di AS, yakni Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi atau Charles Ponzi.

Dia menjalankan usaha yang tidak baik untuk menghasilkan keuntungan. Dia menyajikan sejumlah keuntungan besar kepada investor lama dengan dana investor baru yang masuk. Jadi, kalian perlu berhati-hati terhadap investasi bodong!

Ciri-ciri Ponzi

Berikut ini ciri-ciri investasi bodong dengan menggunakan skema ponzi, yakni:

– Menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dan tanpa risiko.

Investasi bodong ini menjajikan keuntungan besar yang akan didapatkan sekitar puluhan persen dalam jangka waktu sebulan atau bahkan bisa lebih cepat. Investasi dengan skema ponzi mengiming-iming tanpa resiko, padahal semua jenis investasi sebenarnya punya risiko. Bahkan, skema Ponzi justru memiliki risiko paling besar dibandingkan beragam jenis investasi “asli” lainnya.

– Proses bisnis investasi yang tidak jelas.

Dengan skema ini kalian tidak bisa menemukan produk bisnis yang jelas dari investasi bodong yang satu ini, entah itu berupa barang atau jasa. Disini kalian hanya akan diiming-imingi keuntungan besar dengan sukses merekrut orang tanpa mengetahui jenis bisnis yang dijalankan.

– Produk investasi biasanya berbasis luar negeri.

Kebanyakan investasi bodong yang menggunakan skema ponzi di Indonesia mengaku dari luar negeri. Sebab, supaya kalian tidak mengecek legalitasnya di Indonesia. Nah, lebih baik kamu cari investasi yang aman dengan melihat status badan hukumnya yang berizin di Indonesia. Dan juga sudah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

– Staf penjualan mendapatkan komisi dalam merekrut orang.

Jika kalian mendapatkan investasi dengan konsep piramida lebih baik dihindari saja. Karena, bisa saja investasi itu menjalankan skema Ponzi. Kerugian akan dapat dilihat ketika kita sudah mulai tidak merekrut orang.

You May Also Like

About the Author: Devi Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: