Perbedaan Investasi Syariah dan Investasi Konvensional

perbedaan-investasi

Perbedaan investasi syariah dan konvensional – Saat ini banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan. Walaupun berinvesi biasanya cukup berisiko, namun banyak orang yang tetap berminat untuk melakukan investasi.

Biasanya, orang melakukan investasi untuk keperluan bisnis, menambah penghasilan, untuk keperluan masa depan, atau keperluan lainnya. Terutama bagi mereka yang memiliki modal atau penghasilan yang cukup tinggi.

Dalam dunia investasi, anda pasti pernah mendengar istilah investasi syariah dan investasi konvensional. Apa perbedaannya? Berikut ini perbedaan investasi syariah dan investasi konsvensional yang perlu anda ketahui.

Perbedaan Investasi Syariah dan Konvensional

#1 Tujuan

Salah satu yang menjadi faktor pembeda investasi syariah dan konvensional adalah tujuannya. Dalam investasi syariah bukan hanya memikirkan return yang akan diperoleh namun juga beranggung jawab secara sosial.

Berbeda dengan investasi konvensional yang hanya mencari keuntungan setinggi-tingginya. Tentu saja untuk mencari keuntungan maksimal tidaklah mudah dan memerlukan waktu dan keterampilan yang cukup.

#2 Pengelolaan

Tentunya pengelolaan investasi syariah dan konvesional berbeda. Dalam investasi syariah masih perlu dilakukan screening yang sesuai dengan syariat islam.

Produk investasi syariah juga harus terdaftar dalam Daftar Efek Syariah / DES. Selain itu, reksa dana syariah tidak akan berinvestasi dengan perusahaan yang melarang prinsip syariah, sehingga keuntungan yang didapatkan pasti halal.

Berbeda dengan investasi konvensional yang tidak memperhatikan prinsip syariah dan tanpa proses screening. Dalam investasi konvensioal juga tidak terlalu memilih perusahaan yang akan melakukan bisnis investasi.

#3 Return / Hasil Investasi

Dalam investasi syariah masih akan dilakukan pemilahan perusahaan, apakah penghasilan bisnis tersebut halal atau haram. Jika perusahaan tersebut belum pasti halal atau haramnya maka akan dibersihkan terlebih dahulu.

Caranya adalah dengan menyisihkan sebagian investasi dan keuntungan halal untuk disumbangkan sebagai amal. Proses ini biasanya disebut dengan cleansing.

Sedangkan dalam investasi konvensional tidak perlu dilakukan cleansing. Yang terpenting perusahaan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan investasi yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan.

#4 Pengawasan

Alam melakukan bisnis investasi syariah, perusahaan akan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. DPS bertugas dan bertanggung jawab untuk mengawasi dan memastikan bahwa perusahaan tersebut melakukan pengelolaan sesuai dengan prinsip syariah.

Sedangkan investasi konvensional diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan yang akan disesuaikan dengan mekanisme pasar dan faktor lain sesuai kondisi perekonomian.

#5 Akad

Akad syariah bisa berupa akad kerjasama, sewa, atau bagi hasil. Investasi syariah akan tetap berjalan selama sesuai dengan prinsip syariah.

Tidak seperti investasi konvensional yang tidak mengenal akad. Investasi ini akan melakukan kerjasama tanpa perlu memperhatikan halal atau haram.

#6 Transaksi

Perbedaan lainnya dari kedua investasi ini adalah cara membagi keuntungan. Pada redaksana konvensional pembagian keuntungan antara manajer investasi dan investor dilakukan dengan melihat perkembangan tingkat suku bunga.

Sedangkan dalam redaksana syariah,  pembagian kruntungan dihitung berdasarkan syariat islam dan kesepakatan bersama. Dan yang jelas tidak boleh mengandung unsur gharar, seperti riba, najsy, ikhtikar, dan maysir.

Yang pasti dalam investasi syariah pasti halal dan berkah karena sesuai dengan prinsip syariah.

 

Sekarang anda sudah mengetahu apa saja perbedaan antara investasi syariah dengan investasi konvensional. Jenis investasi yang manakah yang lebih anda sukai?

Setiap jenis investasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing Рmasing. Namun, ada jenis investasi yang lebih menguntungkan dan ada juga yang lebih banyak kerugiannya.

Itu dia sedikit informasi yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

You May Also Like

About the Author: selykurniasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: